Belajar Bahasa Inggris Gak Perlu ke Inggris

3:00 PM D.I.A.N 0 Comments

Nyari objek foto di pinggir sawah


Toko buku murah
with my tutor Mr Ferry
Azizah Princess Camp friends

Setelah lulus kuliah baru sadar kalo bahasa Inggris penting banget. Lulus kuliah dengan nilai bahasa inggris yang pas-pasan membuat saya berkeinginan kuat untuk bisa mempelajari bahasa asing itu no matter what. Keren saja gitu melihat teman-teman saya yang bisa ngomong sama bule was wes wos kayak laler yang lagi dengung disekitar kuping. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kursus bahasa inggris, pikirku. Lalu searching di Google tempat belajar yang mengkondisikan saya belajar beneran bukan abal-abal. Saya dengar dari beberapa teman belajar di Pare, Kediri bagus banget karena disana kita dikondisikan terpaksa dan dipaksa untuk ngomong Inggris. Kampoeng Inggris akhirnya jadi tujuan tempatku untuk belajar. Pertama kali searching tempat ini di mbah Google yang ada dipikiran saya pertama kali adalah perkampungan bule-bule Inggris yang dimana kita tinggal dilingkungan mereka dan diharuskan untuk menggunakan bahasa Inggris. Engingeng ternyata aku salah BESAR. Kampoeng Inggris adalah suatu desa bernama Pare di Kabupaten Kediri dimana lingkungannya memiliki berbagai macam lembaga kursus. Lembaga yang paling tua dan terkenal bernama BEC , tapi saya tidak memilih tempat itu untuk belajar karena antrinya minta ampun dan harus 6 bulan kalo ambil paketannya. Sedangkan rencana saya hanya belajar selama 2-3 bulan. Akhirnya aku memilih MAHESA untuk belajar Basic Grammar dan Speaking. Disana aku bertemu dengan teman-teman yang sangat menyenangkan baik itu teman kursus maupun teman di kosan. Kehidupan kosan disana kurang lebihnya mirip di pondok. Saya diwajibkan memakai jilbab di Mahesa dan di kos saya harus mengikuti jadwal yang sudah diberikan oleh tutor kosan. Saya tinggal di Princess Camp, disana saya berteman dengan banyak teman dari berbagai daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semua etnis kumpul jadi satu dengan tujuan yang sama yaitu menguasai bahasa yang menjadi jendela dunia Bahasa Inggris.

0 comments: