Batu Itu Bukan Malang

10:23 AM D.I.A.N 0 Comments


Yaay Leah beri saya kabar kalu dia mau paragliding di Pujon, Malang. Sempet kepikiran waktu itu untuk mencoba lagi. Tapi setelah saya pikir lagi buat apa mencoba sesuatu yang sama ditempat yang sama. Alhasil saya pun tidak jadi ikutan paragliding, tapi saya tetap ikut Leah ke Malang untuk mengisi liburanku waktu itu. Kita ketemuan di Cito ketika dia sudah sampai Surabaya. Dia tinggal ditempat teman kuliahnya, mbak Nina. So, saya pun ikutan menginap disana karena keesokan paginya kita berangkat ramai-ramai bersama keluarga mbak Nina juga. Bertemu orang-orang menyenangkan memang membuat hidup kita penuh dengan senyuman dan tawa.

Alun -Alun Batu
Sampai di Batu, Malang kami sarapan dulu di alun-alun Batu yang sekarang sangat cantik tempatnya karena ada taman bermain, taman bunga mawar dan juga toilet yang bentuknya unik sekali. Kita banyak sekali mengambil foto waktu itu. Untuk liburan yang menyenangkan sebenarnya kita tidak perlu yang rumit dengan cara yang sederhana pun liburan kita cukup menyenangkan. Leah dan keluarga mbak Nina langsung mencoba paragliding. Waktu itu Leah sudah janji ketemu dengan mas Haris kakak kelasnya dulu yang sekarang pekerjaannya adalah instruktur paragliding. Untuk sekali terbang selama 15 menit mereka membayar Rp. 300.000,00 waktu itu sama harga dengan waktu saya paragliding tahun lalu. Tapi yang beda kali ini Leah sangat beruntung sekali karena dia bisa mencoba terbang spiral dengan pilotnya. Waahhh saya jadi iri dengan dia, sempat berpikir lagi untuk naik lagi. Tetapi setelah berpikir berkali-kali, dengan harga yang tidak murah akhirnya saya memutuskan kalaupun nantinya mau paragliding lagi saya mau ditempat yang berbeda. Kalau bisa sih paragliding diatas danau-masih sama dengan keinginanku tahun lalu. Dan mas Haris bilang kalau nanti ada event paragliding di Sumatera kita pasti akan diajak yaaaayyy.
Me and Leah


Mas Haris sang pilot

Asik deh bisa terbang






Selesai puas paragliding kami menuju Singosari disana kami berkunjung ketempat saudara mbak Nina. Tempat saudara mbak nina tidak jauh dengan candi (lupa namanya ) wkwkwk. Saya dan Leah yang narsis abiss tidak melupakan foto session di candi tersebut. Setelah itu kami menuju ke tempat penjual bakso yang terkenal sekali yaitu bakso cak Karr. Tempatnya berada didalam areal persawahan tetapi herannya banyak sekali pengunjung yang tau tempat tersembunyi tersebut. BTW suatu saat pengen kesana lagi baksonya mak nyuus bangett.

0 comments: